Tag-Archive for ◊ VITAMIN C ◊

Author: r4h4n
• Monday, February 23rd, 2009


V I T A M I N C

by. Shinta Ferlinavitamin-c

Vitamin C (asam askorbat) merupakan antioksidan alami yang mudah dan murah bila dikonsumsi dari alam. Vitamin C sebagai antioksidan berfungsi untuk mengikat oksigen sehingga tidak mendukung reaksi oksidasi atau sebagai oxygen scavanger. Sayangnya vitamin C bersifat tidak stabil, bila terkena cahaya dan pada suhu tinggi mudah mengalami kerusakan.

PERKEMBANGAN VITAMIN C

Vitamin C sudah mengalami perkembangan sampai sekarang ada 3 generasi vitamin C. Generasi vitamin C pertama adalah asam ascorbat, generasi kedua adalah vitamin C penyangga atau buffer, dan generasi ketiga adalah Ester-C® mineral askorbat. Ester-C® sebagai vitamin C generasi terbaru merupakan penyempurnaan dari vitamin C generasi sebelumnya. Ester-C® diproduksi oleh Inter-Cal Corporation USA yang menggunakan proses baru dalam pembuatan vitamin C yaitu dengan hanya menggunakan pelarut air suling sehingga tidak menyisakan alkohol atau aseton dalam produk akhirnya. Ester-C® mengandung mineral penting dan metabolit threonat yang dapat membantu penyerapan vitamin C ke dalam sel-sel dan jaringan tubuh.
Kebutuhan vitamin C yang dianjurkan adalah sebesar 30-60 mg per hari. Sedangkan rata-rata kecukupan vitamin C untuk keluarga adalah sebesar 53,7 ± 2,2.

SUMBER VITAMIN C

Sumber vitamin C yang penting di dalam makanan terutama berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran, sedangkan bahan makanan yang berasal dari hewani pada umumnya bukan merupakan sumber vitamin C yang tinggi. Berbeda dengan buah-buahan, sayuran segar mengandung kadar vitamin C yang lebih sedikit dibandingkan dengan buah-buahan.




Setiap satuan bahan makanan penukar mengandung 30-80 mg vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari bagi seseorang akan terpenuhi dengan memakan satuan penukar buah-buahan dalam bentuk segar.
Sumber vitamin C dapat diperoleh sepanjang tahun sehingga pemenuhan kebutuhan vitamin C setiap hari dapat diperoleh dengan mudah. Buah-buahan yang tidak musiman misalnya adalah belimbing, jambu biji, jeruk, nanas, pepaya, pisang ambon dan sebagainya. Sedangkan buah-buahan yang musiman contohnya adalah jambu monyet (jambu mete), mangga, rambutan, dan sirsak sehingga kita mempunyai banyak pilihan.

KADAR VITAMIN C

Kadar vitamin C di dalam berbagai tumbuhan sangat bervariasi. Dalam suatu buah sumber vitamin C, kadar vitamin ini lebih banyak terdapat pada bagian kulitnya dibandingkan bagian dagingnya, dan bagian dari buah yang paling sedikit mengandung vitamin C adalah bijinya. Juga, pada buah yang sama jenisnya didapati pula perbedaan kadar vitamin C karena perbedaan lingkungan tempat tumbuh, pemakaian berbagai jenis pupuk, tingkat kematangan buah dan lain-lain. Oleh karena itu, perbedaan kadar vitamin C yang terdapat di dalam suatu buah harus diperhatikan. Selain itu pilihan buah sangat ditentukan antara lain oleh harga, daya simpan, dan kemudahan dalam mengkonsumsinya. Biasanya masyarakat mengkonsumsi buah-buahan disamping menikmati rasa buahnya juga mempertimbangkan kemudahan dalam memakannya. Buah pepaya dan pisang ambon termasuk buah-buahan yang mudah diperoleh, harganya relatif murah tetapi mudah sekali membusuk, berbeda dengan nanas yang relatif tahan lama tetapi cara penyajiannya lebih sulit bila akan dikonsumsi dalam bentuk segar.

VITAMIN C PADA SAYURAN

Daun singkong mengandung vitamin C yang tertinggi (275 mg/100 g) kemudian daun katuk, daun melinjo, gandaria, bayam serta kol/kubis. Daun singkong disukai oleh masyarakat untuk sayur demikian juga daun melinjo. Yang banyak dikonsumsi adalah bayam dan kubis. Mengkonsumsi bayam dan kubis 100 gram per hari sebenarnya sudah cukup bila dikonsumsi bentuk segar. Tetapi umumnya diolah lebih lanjut. Pengolahan akan menurunkan kadar vitamin C kecuali dengan cara yang benar mulai dari pencucian sampai pemasakan. Pencucian tidak boleh dilakukan setelah dipotong atau dirajang sebaiknya dicuci baru dipotong.



TIPS MEMPERTAHANKAN VITAMIN C PADA MAKANAN

  1. Cara pemasakan perlu dilakukan secepat mungkin.
  2. Perbandingan dengan air adalah 1 : 3, satu bagian sayuran dengan tiga bagian air.
  3. Bila direbus sebaiknya air dididihkan baru dimasukkan sayurnya.
  4. Bila dikukus, tunggu sampai air mendidih baru sayuran dimasukkan ke panci ataupun wadah masakan lainnya.

KHASIAT

Vitamin C sebagai sumber antioksidan memiliki manfaat bagi tubuh antara lain:

  1. Membantu menjaga kesehatan sel
  2. Meningkatkan penyerapan asupan zat besi
  3. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh
  4. Bagi pria, antioksidan ini memperbaiki mutu sperma, dengan cara mencegah radikal bebas merusak lapisan pembungkus sperma. Asupan vitamin C yang terbatas menjadi salah satu faktor penentu ketidaksuburan
  5. Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memelihara kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi
  6. Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi nitrosamin, zat pemicu kanker
  7. Vitamin C juga membantu penyembuhan luka.

r4h4n - vitamin E

Category: Makanan Sehat | Tags:  | Leave a Comment