VITAMIN A
by. Shinta Ferlina
Vitamin A merupakan suatu vitamin yang telah dikenal oleh masyarakat luas yang terdiri dari beberapa senyawa yang mempunyai aktivitas secara biologi dari retinol yang merupakan zat gizi esensial untuk daya penglihatan, pertumbuhan, reproduksi, sekresi lender/getah dan diferensiasi epithelium.
SUMBER VITAMIN A
Sumber utama dari Vitamin A adalah berasal dari pigmen karotenoid (umumnya β- karetin) dan retinil ester yang berasal dari hewan. Senyawa-senyawa ini di dalam tubuh manusia dirubah menjadi retinol dan diesterifikasi dengan asam lemak rantai panjang. Hasil dari metabolisme retinil ester kemudian diabsorpsi bersama lemak dan ditransportasikan ke dalam hati untuk disimpan.
Karotenoid merupakan suatu zat alami yang sangat penting dan mempunyai sifat larut dalam lemak atau pelarut organik tetapi tidak larut dalam air yang merupakan suatu kelompok pigmen berwarna oranye, merah atau kuning. Senyawa ini ditemukan tersebar luas dalam tanaman dan buah-buahan dan tidak diproduksi oleh tubuh manusia. Dalam tanaman terdapat dalam khloroplast daun atau batang tanaman yang berwarna hijau seperti halnya dengan khlorophyl dan juga dalam buah dan umbi. Karotenoid tidak selalu berdampingan dengan khlorophyl, tetapi sebaliknya khlorophyl selalu disertai dengan karotenoid. Pada tanaman atau buah-buahan yang kandungan karbohidratnya rendah, biasanya kandungan karotennya juga rendah. Pada umumnya umbi-umbian mengandung sedikit karotenoid, kecuali ubi jalar atau wortel. Karakteristik dari karotenoid adalah sensitif terhadap alkali dan sangat sensitif terhadap udara dan sinar terutama pada suhu tinggi, tidak larut dalam air, gliserol dan propilen glikol. Karotenoid larut dalam minyak makan pada suhu kamar.
Komoditas yang mengandung karoten contohnya antara lain wortel, pisang, pepaya, jeruk, buah merica, dan cabai. Pada tomat dan buah semangka banyak karotenoid, dalam bentuk likopen.
Likopen memberikan warna merah. Pada sebutir tomat mengandung likopen sekitar 50 % senyawa karotenoid. Likopen berbeda dengan karotenoid lainnya seperta beta karoten, likopen bukan pro vitamin A yaitu tidak memiliki aktivitas vitamin A, sehingga tidak dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.
Karotenoid yang mengandung gugusan hidroksil disebut dengan xanthophyl. Xanthophyl berbeda dengan karotenoid yaitu jarang didapat pada tanaman, tetapi hanya pada tumbuh-tumbuhan tertentu saja, misalnya capsanthin. Karotenoid dalam tubuh manusia dirubah menjadi vitamin A.
Istilah “karoten” berasal dari bahasa Latin yang berarti wortel (carrot), yaitu suatu pigmen yang berwarna kuning dan oranye pada buah dan sayuran. Beta-karoten merupakan salah satu anggota senyawa karoten yang banyak dikenal. Beta-karoten merupakan suatu senyawa yang akan dikonversikan untuk menjadi Vitamin A (retinol) oleh tubuh. Oleh karena itu, beta-karoten sering disebut dengan pro-vitamin A (sumber vitamin A). Sumber-sumber Vitamin A dapat dilihat pada urutan berikut:
- Wortel
- Tomat
- Pisang raja
- Semangka
- Pepaya
Dari urutan di atas dapat dilihat bahwa bahan yang mempunyai kandungan Vitamin A yang cukup tinggi yaitu wortel, tomat dan pisang raja. Ketiga komoditas buah dan sayuran terbesar yang mengandung vitamin A merupakan komoditas yang umum dan banyak dijumpai di Indonesia.
Ada anggapan di masyarakat yang menyatakan bahwa jika warna bahan makanan semakin berwarna kuning, maka kadar vitamin A-nya semakin tinggi. Keadaan ini ternyata tidak selalu benar untuk semua bahan makanan. Contohnya warna kuning dari kuning telur bukan disebabkan oleh karoten atau provitamin A, melainkan oleh beta lutein.
Beta-karoten akan dikonversikan menjadi vitamin A dalam jumlah yang secukupnya saja. Selebihnya dari itu akan tetap tersimpan sebagai bentuk beta-karoten. Sifat inilah yang menyebabkan beta-karoten berperan sebagai sumber vitamin A yang aman. Jadi, tidak seperti suplemen vitamin A yang bisa menyebabkan keracunan, jika diberikan secara berlebihan
KEBUTUHAN VITAMIN A
Kebutuhan asupan vitamin A pada umumnya akan meningkat dengan bertambahnya usia, baik pria maupun wanita.
- Kebutuhan vitamin A bagi wanita meningkat sampai dengan umur 7 – 9 tahun yaitu sampai 4.000 SI kemudian stabil setelah mencapai usia di atas 10 tahun yaitu 5.000 SI.
- Kebutuhan vitamin A bagi pria terjadi peningkatan sampai usia 15 tahun. Baru kemudian pada usia 16 – 59 tahun kebutuhan vitamin A stabil sampai 7.000 SI.
- Jika umur >60 tahun akan terjadi penurunan kebutuhan sampai 6.000 SI.
- Pada wanita hamil kebutuhan vitamin A terjadi peningkatan sebanyak 2.000 SI.
- Pada saat menyusui 0 – 6 bulan terjadi peningkatan lagi akan kebutuhan vitamin A sebesar 3.500 SI dan setelah itu menurun sampai melahirkan sebesar 3.000 SI.
r4h4n - vitamin c