K H A S I A T S U S U
by. Shinta Ferlina

Susu biasanya berarti cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia.
Susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.
Konsumsi susu rata-rata penduduk Indonesia adalah 5,10 kg/kap/th (1998). Ini berarti terjadi penurunan dibandingkan angka konsumsi sebelum krisis ekonomi yang mencapai 6,99 kg (1995), 5,72 kg (1996), dan 5,25 kg (1997). Dengan konsumsi yang masih relatif rendah ini, maka kontribusi susu terhadap intake protein asal ternak adalah 10% (Catatan: kontribusi daging 73% dan kontribusi telur 17%).
Di jaman kolonial dulu, susu adalah minuman yang hanya dikonsumsi oleh orang Belanda. Ada anekdot yang mengatakan: kalau mau berkuasa, minumlah susu. Upaya penggalakan minum susu dirintis oleh Prof.Purwo Sudarmo (Bapak Gizi Indonesia) yang mencetuskan Empat Sehat Lima Sempurna pada tahun 1950-an.
Seringkali berkembang kekhawatiran bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa kulit berwarna mungkin sekali menderita lactose intolerance karena enzim lactase di dalam tubuhnya rendah. Penderita lactose intolerance akan mengalami diare bila minum susu. Pada usia bayi dan anak-anak umumnya kandungan enzim lactase di dalam tubuh relatif tinggi. Setelah usia dewasa, sebagian individu mengalami penurunan enzim lactase sehingga tidak tahan mengkonsumsi susu. Oleh karena itu kebiasaan minum susu sebaiknya dipraktikkan terus sejak usia dini sampai dewasa. Dengan demikian tubuh kita akan senantiasa terlatih untuk mencerna susu. Penelitian di AS menunjukkan bahwa konsumsi susu 1-2 cangkir pada individu penderita lactose intolerance tidak menyebabkan gangguan yang berarti.
SUMBER SUSU
Susu tidak hanya dari sapi, tapi juga dari beberapa hewan mamalia lainnya. Diantaranya domba, kambing, kuda, keledai, unta, yak, rusa perah.
Di Rusia dan daerah Laplandia, sejenis peternakan rusa perah dibuat untuk logistik susu di beberapa daerah di lingkar kutub utara. Susu kuda dan keledai mengandungi lemak sekitar 50% lebih rendah dari susu sapi. Susu paus mengandung kandungan lemak terbesar, yaitu 50% dari kadar susu tersebut. Namun, susu paus tidak dikonsumsi oleh manusia.
PENGOLAHAN SUSU UHT
Teknologi pengolahan susu dengan proses Ultra High Temperature (UHT) pada intinya adalah pemanasan sampai 125 derajat C selama 15 detik atau 131 derajat C selama 0,5 detik atau 140 derajat selama 4 detik. Susu yang dihasilkan bersifat steril dan apabila kemudian dikemas secara aseptic dapat disimpan pada suhu kamar biasa selama beberapa bulan.
Teknologi pengolahan ini sangat membantu keawetan susu dan meminimumkan kerusakan nutrisi. Sebagaimana diketahui susu termasuk bahan makanan yang mudah rusak dan mudah menyerap bau. Kombinasi pengolahan UHT dan kemasan aseptic membuat susu dapat dikonsumsi kapan saja tanpa memerlukan alat pendingin khusus.
KANDUNGAN
Susu adalah minuman bergizi yang mengandung protein 3,2% dan kaya akan mineral kalsium (143 mg/100 g susu). Susu kaya akan asam amino triptofan. Minum susu secara teratur akan meningkatkan tubuh memproduksi melatonin di malam hari. Melatonin adalah hormon yang sekaligus antioksidan yang membuat tubuh bisa beristirahat.
KONTRIBUSI SUSU
Kontribusi susu terhadap energi dan protein dapat dilihat pada Tabel 1. Apabila kita minum 2 gelas susu @ 200 cc sehari, maka susu tersebut menyumbangkan energi 10-16% dan menyumbang protein 25-44%.
Tabel 1. Kontribusi 2 Gelas Susu
|
UMUR (th) |
ENERGI (%) |
PROTEIN (%) |
|
4 - 9 |
16 |
44 |
|
10 - 19 (pria) |
12 |
25 |
|
10 - 19 (wanita) |
15 |
32 |
|
20 - 59 (pria) |
10 |
30 |
|
20 - 59 (wanita) |
13 |
34 |
KHASIAT
- MENCEGAH OSTEOPOROSIS. Susu dikenal sebagai minuman sumber kalsium. Oleh karena itu membiasakan diri minum susu akan memberikan dampak positif bagi kesehatan terutama untuk mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang). Osteoporosis yang banyak diderita kaum manula bisa disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup yang tidak benar. Terlalu banyak makan yang manis-manis (gula), minum kopi, makanan yang serba asin (garam), serta kebiasaan merokok memberikan kontribusi terhadap munculnya osteoporosis.
- MEMBUAT TIDUR NYENYAK. Minum susu di malam hari sangat dianjurkan agar tubuh kita bisa tidur dengan nyenyak dan keesokan harinya bisa melakukan aktivitas rutin.
- SEBAGAI ANTIOKSIDAN. Susu selama ini juga dikenal sebagai bahan makanan yang diperkirakan mempunyai kemampuan untuk mengikat polutan. Di lingkungan perkotaan seperti Jakarta, polusi bisa dijumpai dimana-mana dan kita serta anak-anak kita tidak bisa menghindarinya. Oleh karena itu minum susu adalah tindakan bijaksana untuk mengurangi dampak buruk polusi.
- MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG, KANKER, STROKE. Sebuah Penelitian membuktikan bahwa susu dapat melindungi kita dari penyakit jantung, kanker dan stroke. Penelitian ini melibatkan 5700 pria yang berumur 35 tahun dan 64 tahun mendapatkan hasil bahwa mereka yang minum susu satu liter perhari, 8 % lebih kecil mengidap penyakit jantung, kanker dan stroke dibanding mereka yang minum kurang dari satu liter.
- SUSU BAIK UNTUK GIGI. Menurut para dokter gigi, susu, teh atau kopi yang tidak terlalu manis merupakan minuman yang tepat diminum menemani makanan, karena tidak menyebabkan kerusakan gigi. Sebaliknya, gula yang terkandung dalam minuman soda dapat menyebabkan erosi pada gigi terutama sewaktu diminum antara makanan ketika dimulut tidak memproduksi zat yang membantu merusak pengaruh berbahaya dari makanan (saliva). Penelitian juga membuktikan bahwa keju sebagai produk dari susu juga sangat baik bagi gigi ketika dimakan setelah makanan, karena kalsium dan protein yang terkandung dalam keju membantu menetralisir asam dalam mulut.
- MENGURANGI RESIKO TEKANAN DARAH TINGGI. Meminum produk susu yang rendah lemak, buah-buahan dan sayuran sangat efektif untuk mengurangi tekanan darah. Pola makan seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan beberapa pengobatan tekanan darah tinggi.
- MENGURANGI RESIKO TERKENA KANKER USUS. Produk susu juga dapat membantu mengurangi resiko kanker usus. Sebuah penelitian menunjukkan susu dan produk susu dapat mengurangi kadar racun dalam tinja yang menurunkan resiko terkena kanker usus.
Apabila dikaitkan dengan kebiasaan sarapan pagi, maka diversifikasi sarapan bisa dilakukan dengan memasukkan susu sebagai salah satu menu. Pola sarapan ala Barat yang terdiri dari susu ditambah sereal saat ini belum banyak ditiru di Indonesia. Sebaliknya, pola makan fast-food yang juga berasal dari Barat telah sejak lama diadopsi oleh sebagian masyarakat kota.
Rata-rata konsumsi protein asal ternak adalah 4,9 g/kap/hari. Apabila target konsumsinya adalah 6 g/kap/hari, maka defisit ini harus terus-menerus diupayakan agar dapat semakin diperkecil. Kualitas SDM yang rendah yang tercermin dari masih tingginya masalah gizi kurang dapat diperbaiki dengan asupan gizi yang berkualitas. Protein asal ternak (a.l. susu) mempunyai mutu yang lebih tinggi dibandingkan protein nabati. Dan mengingat masih rendahnya kontribusi protein yang berasal dari susu, maka penggalakan konsumsi susu harus terus dilakukan.
Adalah sangat baik bahwa keluarga-keluarga Indonesia kini harus semakin memperhatikan asupan gizinya. Generasi yang akan datang diharapkan akan mempunyai postur yang semakin tinggi dan kecerdasan yang semakin baik. Ini bisa menjadi cermin meningkatnya mutu SDM kita. Dengan mempraktikkan anjuran Empat Sehat Lima Sempurna dan membiasakan konsumsi susu untuk seluruh anggota keluarga, maka kita akan menjadi individu yang sehat.
k4y4r1z - Khasiat Coklat