khasiat daging kelinci

khasiat daging kelinci

Author: r4h4n
• Monday, January 11th, 2010

Khasiat Daging Kelinci

By. Shinta Ferlina

Kelinci adalah hewan mamalia yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Pada awalnya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga di daratan Eropa. Namun, selain karena hewan ini memiliki paras yang menggemaskan dan menarik perhatian banyak orang, kelinci juga termasuk dalam kategori hewan yang mudah berkembang biak, maka populasinya cepat meluas ke berbagai belahan bumi.kelinci1

Di Indonesia, sudah banyak dikembangbiakan kelinci lokal, yaitu jenis kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci sumatera.( Nesolagus netseherischlgel). Populasi kelinci Jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya coklat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat bobot kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Sedangkan kelinci sumatera, merupakan satu-satunya kelinci asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera. Kelinci sumatera dapat memiliki panjang badan yang mencapai 40 cm. Warna bulunya cukup khas, yaitu berupa kelabu coklat kekuningan.

Dengan dikeluarkannya pernyataan bahwa mengkonsumsi daging kelinci itu adalah halal, maka daging kelinci dapat menjadi makanan alternatif yang relatif mudah diperoleh. Namun karena kurangnya minat orang banyak untuk mengkonsumsi daging kelinci karena terpaku pada dilema bahwa kelinci adalah hewan yang lucu, menggemaskan, dan selalu menarik perhatian banyak orang untuk memeliharanya daripada memakannya, maka jarang sekali orang yang mau mengkonsumsi daging kelinci ini. Padahal mutu gizinya lebih bagus dibanding daging sapi, daging kambing, dan sebagainya.

Data Biologi Kelinci

Masa hidup : 5 – 10 tahun

Masa produksi: 1 – 3 tahun

Masa reproduksi: 29 – 31 hari

Masa penyapihan: 6 – 8 minggu

Umur dewasa: 4 – 10 bulan

Umur dikawinkan: 6 – 12 bulan

Masa perkawinan setelah beranak: 1 minggu setelah anak kelinci disapih

Siklus kelamin: poliestrus, dalam 1 tahun dapat 5 kali reproduksi

Siklus birahi: 2 minggu

Ovulasi: 9 – 13 jam setelah kawin

Fertilitas: 1 – 2 jam setelah kawin

Jumlah kelahiran: 6 – 8 ekor

Volume darah: 40 ml/kg berat badan

Kandungan Daging Kelinci

Daging kelinci memiliki kandungan kolesterol dan natrium. Memiliki tulang yang tipis, dagingnya halus, serta memiliki serat yang pendek. Daging kelinci memiliki serat daging yang halus dan pendek dengan warna sedikit pucat, yang menandakan memiliki kadar lemak yang rendah dan glikogen yang tinggi sama halnya dengan daging ayam. Daging kelinci juga mengandung satu zat yang disebut senyawa kitotefin, yaitu senyawa yang berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastorit yang mampu merangsang terbentuknya antibodi dalam tubuh.

kelinci2

Khasiat Daging Kelinci

  1. Memiliki kadar gizi yang tinggi dibandingkan dengan daging sapi maupun daging kambing
  2. Daging kelinci mampu menurunkan kadar kolesterol dan penyakit jantung. Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan.
  3. Tulang kelinci lebih tipis, dagingnya halus, seratnya pendek sehingga mudah dikunyah. Sehingga bagi para lansia yang kesulitan mengunyah daging, dianjurkan mengkonsumsi daging kelinci karena mudah dikunyah dan bergizi.
  4. Kandungan senyawa kitotefin yang terdapat dalam daging kelinci apabila dicampurkan dengan berbagai senyawa lain seperti lemak omega 3 dan omega 9, mampu menyembuhkan penyakit asma. Secara teknis, senyawa ini berfungsi menstabilkan membran sel mastorit yang bereaksi karena alergi asma. Perpaduan yang terjadi antara senyawa-senyawa tersebut akan membentuk antibodi pada tubuh yang mencegah terjadinya asma.
  5. Kebiasaan kelinci mengkonsumsi jenis daun hijau kacang-kacangan, bermanfaat dalam menurunkan tingkat kolesterol dan konsentrasi glukosa pada kelinci, dan apabila manusia mengkonsumsi daging kelinci tersebut maka hal itu juga akan menurunkan kolesterol manusia yang memakannya.

Tips

Salah satu cara memperkenalkan daging kelinci pada masyarakat adalah dengan mengolah daging kelinci ke dalam beberapa jenis masakan seperti sate kelinci, sosis, dendeng, dan bakso. Semakin cepat dimasak, kandung gizi kelinci akan semakin sedikit berkurang. Daging kelinci yang paling baik dimasak adalah daging kelinci yang muda karena lebih cepat matang.

Yang perlu diperhatikan dalam pengolahan daging kelinci sebelum dimakan adalah tidak mengolah daging dalam suhu yang terlalu panas, jangan sampai melebihi 150 0C. Karena apabila melebihi batas suhu tersebut dikhawatirkan kadar kitotefin dalam daging tersebut akan hilang.

k4y4r1z - khasiat makanan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply